{"id":4175,"date":"2026-10-26T15:09:23","date_gmt":"2026-10-26T08:09:23","guid":{"rendered":"https:\/\/kedokteran.dinus.ac.id\/?p=4175"},"modified":"2026-10-26T15:51:20","modified_gmt":"2026-10-26T08:51:20","slug":"4175","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kedokteran.dinus.ac.id\/en\/2026\/10\/26\/4175\/","title":{"rendered":""},"content":{"rendered":"<p>[et_pb_section fb_built=&#8221;1&#8243; _builder_version=&#8221;4.27.9&#8243; _module_preset=&#8221;default&#8221; global_colors_info=&#8221;{}&#8221;][et_pb_row _builder_version=&#8221;4.27.9&#8243; _module_preset=&#8221;default&#8221; global_colors_info=&#8221;{}&#8221;][et_pb_column type=&#8221;4_4&#8243; _builder_version=&#8221;4.27.9&#8243; _module_preset=&#8221;default&#8221; global_colors_info=&#8221;{}&#8221;][et_pb_heading title=&#8221;Berawal dari Keraguan, Verdi Rahmawan Terpilih sebagai Google Student Ambassador 2026&#8243; _builder_version=&#8221;4.27.9&#8243; _module_preset=&#8221;default&#8221; hover_enabled=&#8221;0&#8243; sticky_enabled=&#8221;0&#8243;][\/et_pb_heading][et_pb_image src=&#8221;https:\/\/kedokteran.dinus.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/57\/2026\/10\/Desain-Tanpa-Judul.png&#8221; title_text=&#8221;Desain Tanpa Judul&#8221; _builder_version=&#8221;4.27.9&#8243; _module_preset=&#8221;default&#8221; global_colors_info=&#8221;{}&#8221;][\/et_pb_image][et_pb_text _builder_version=&#8221;4.27.9&#8243; _module_preset=&#8221;default&#8221; hover_enabled=&#8221;0&#8243; global_colors_info=&#8221;{}&#8221; sticky_enabled=&#8221;0&#8243;]<\/p>\n<p><span>Ketertarikan Verdi Rahmawan terhadap teknologi membawanya pada pengalaman baru di luar dunia kedokteran. Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Dian Nuswantoro (FK Udinus) tersebut terpilih sebagai salah satu dari <\/span><strong><span>2.000 Google Student Ambassador 2026<\/span><\/strong><span> dari lebih dari <\/span><strong><span>85.000 pendaftar<\/span><\/strong><span> di seluruh Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><span>Ketertarikan tersebut bermula ketika Verdi melihat informasi mengenai program Google Student Ambassador melalui Instagram. Meski tertarik, ia sempat ragu apakah mahasiswa kedokteran dapat berkiprah di bidang teknologi. Keraguan tersebut kemudian mendorongnya untuk mengubah perspektif bahwa perkembangan teknologi dapat diterima dan dimanfaatkan secara etis oleh berbagai bidang, termasuk kedokteran.<\/span><\/p>\n<p><span>Dalam proses seleksi, Verdi mengikuti sejumlah tahapan, mulai dari membuat video <\/span><em><span>self-interview<\/span><\/em><span>, menuliskan aspirasi dan motivasi, hingga mengikuti <\/span><em><span>challenge<\/span><\/em><span> terkait Gemini AI. Dalam tahap tersebut, ia membawa visi untuk menjadi agen perubahan bagi generasi dokter masa depan yang kompeten secara medis sekaligus mampu mengikuti perkembangan teknologi.<\/span><\/p>\n<p><span>Melalui perannya sebagai Google Student Ambassador, Verdi berharap dapat memperkenalkan pemanfaatan ekosistem Google, khususnya AI, di lingkungan pendidikan kedokteran. Menurutnya, AI seharusnya menjadi alat yang membantu proses pembelajaran, bukan menggantikan jurnal ilmiah, <\/span><em><span>textbook<\/span><\/em><span>, maupun peran manusia.<\/span><\/p>\n<p><span>Pencapaian ini menjadi bukti bahwa mahasiswa kedokteran dapat terus berkembang lintas bidang dan memanfaatkan teknologi secara bijak untuk mendukung pendidikan serta profesi di masa depan.<\/span><\/p>\n<p>[\/et_pb_text][\/et_pb_column][\/et_pb_row][\/et_pb_section]<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ketertarikan Verdi Rahmawan terhadap teknologi membawanya pada pengalaman baru di luar dunia kedokteran. Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Dian Nuswantoro (FK Udinus) tersebut terpilih sebagai salah satu dari 2.000 Google Student Ambassador 2026 dari lebih dari 85.000 pendaftar di seluruh Indonesia. Ketertarikan tersebut bermula ketika Verdi melihat informasi mengenai program Google Student Ambassador melalui Instagram. Meski [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":109,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"on","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":""},"categories":[1],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kedokteran.dinus.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4175"}],"collection":[{"href":"https:\/\/kedokteran.dinus.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kedokteran.dinus.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kedokteran.dinus.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/109"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kedokteran.dinus.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4175"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/kedokteran.dinus.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4175\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4182,"href":"https:\/\/kedokteran.dinus.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4175\/revisions\/4182"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kedokteran.dinus.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4175"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kedokteran.dinus.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4175"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kedokteran.dinus.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4175"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}